Arsenal di Anggap Melakukan Kesalahan Fatal, karena Mendatangkan Pemain ini !!!! Cek Yuks...


Mantan pemain Liverpool, Dean Saunders melihat jika Arsenal telah melakukan kesalahan fatal dengan mendatangkan David Luiz. Menurutnya pemain ini bukan solusi untuk lini pertahanan mereka yang tengah rapuh.
Lini pertahanan menjadi PR besar bagi Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Kepergian Laurent Koscielny membuat situasi kian sulit. Manajemen diharuskan mendatangkan bek baru untuk menutup lubang menganga di lini pertahanan yang tengah keropos.
Arsenal kemudian melakukan pendekatan kepada beberapa pemain incaran mereka seperti Dayot Upamecano dan Daniele Rugani. Sayang keduanya gagal didatangkan ke Inggris karena harga yang terlalu mahal. Arsenal kemudian memutuskan untuk mendatangkan David Luiz dari Chelsea pada penghujung bursa transfer musim panas kemarin.

Banyak yang menyebut jika Luiz akan menjadi jawaban atas masalah pertahanan Arsenal selama ini. Pengalamannya di Premier League disebut menjadi modal utama bagi skuat Unai Emery tersebut untuk melupakan masalah yang sebelumnya terus menghantui.
Namun hal tersebut tidak terbukti ketika Arsenal dihajar Liverpool 3-1 pada pekan ketiga Premier League akhir pekan kemarin. David Luiz tampil buruk dengan beberapa kesalahan yang ia lakukan dan yang paling vital tentu saat ia menarik baju Mohamed Salah dan menghadiahi tim lawan dengan penalti.
“Anda membuat kesalahan saat berusia 22 tahun, jika Anda tidak belajar dalam beberapa tahun ke depan, Anda masih akan membuat kesalahan yang sama dengan yang dia [David Luiz] lakukan,” kata Saunders.
“Dan ketika dia bermain dengan tiga bek di Chelsea, dengan Kante dan Matic di depannya, mereka menutupi kesalahan yang dilakukannya.
“Dengan empat pemain belakang, dia tidak melihat adanya bahaya.
“Orang-orang bertanya dan berkata, ‘Mengapa dia menarik bajunya [Salah], pemain Premier League seperti itu? Dia jelas tidak melihat itu sebagai hal yang berbahaya.”

David Luiz juga menjadi biang gol kedua Salah di laga tersebut. Ia gagal menutup ruang gerak Mo dan membuat sang pemain berlari kencang sebelum akhirnya menjebloskan gol ketiga Liverpool ke gawang Bernd Leno.