Heboh !! Video Duo Semangka, Ini Komentar Psikolog


Pedangdut Clara Gopa dan Variola May, atau yang lebih dikenal dengan Duo Semangka ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Sebab, video mereka di YouTube dinilai tidak patut dan melanggar asas kesusilaan.
Dalam video musik berjudul "Mantul-mantul", dua penyanyi ini berjoged sambil menggoyangkan payudaranya.
Hal inilah yang membuat keresahan bagi masyarakat, apabila konten tersebut ditonton oleh anak-anak yang notabene juga mengakses internet.
Menanggapi hal itu, Psikolog asal Solo, Hening Widyastuti menyampaikan bahwa kedua penyanyi ini sebetulnya tidak perlu jor-joran menonjolkan keseksiannya tanpa etika sopan santun yang berimbas pada pelanggaran norma sosial dan agama.
"Kalau (penyanyi) suaranya bagus, enggak perlu khawatir kok masyarakat juga cukup cerdas dan tahu mana grup penyanyi yang solid, tetap menjunjung norma dan kesantunan yang akan lebih mendapatkan penghargaan sesungguhnya," ujar Hening. Menurutnya, Duo Semangka melakukan gesture erotis, karena mereka mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang dari banyaknya orang yang menonton video mereka.


Adapun tontonan berbasis pornografi ini juga berdampak pada rusaknya mental masyarakat, terutama anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
"Mereka sadar betul apa yang mereka lakukan, menggoyang-goyangkan bagian tertentu yang tidak pantas, akan tetapi di satu sisi mereka ingin jalan pintas untuk cepat terkenal dan mendapatkan uang, akhirnya mereka rela melakukan hal memalukan dan tidak etis sama sekali," ujar Hening.
"Pikirannya terpusat ke diri sendiri, tidak peduli dampak sekitarnya, yakni merusak moral dan masyarakat Indonesia," lanjut dia. 
Selain itu, Hening mengungkapkan, ketika video tidak senonoh itu diakses oleh orang yang tidak memiliki kesibukan/pekerjaan, maka bisa terpengaruh dan dikhawatirkan menimbulkan pelecehan dan perkosaan.
"Belum lagi pengangguran yang pikirannya kosong, betapa dengan mudahnya terpengaruh oleh tontonan grup tersebut, dikhawatirkan banyak terjadi pelecehan dan perkosaan akibat performance Duo Semangka," ujar Hening.
Sementara, jika Duo Semangka tetap ingin eksis dalam dunia hiburan, baiknya ubah penampilan dan gaya panggungnya.
Apabila masih nekat melakukan aksi erotis, maka Pemerintah berhak mencekal dan bertindak tegas.
"Kemudian, dari masyarakat luas harus bergerak untuk memprotes gaya panggung Duo Semangka, kalau tetap nekat blok saja. Kasih efek jera," ujar Hening.

Adapun tindakan memblok aktivitas mereka, diharapkan mampu mengubah mindset ke manajemen Duo Semangka dan penyandang dana/promotor untuk bisa berubah.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==