SBY : Ini Tahun Yang Sangat Berat



Jenazah ibunda Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Habibah, diberangkatkan dari rumah duka di Cikeas ke TPU Tanah Kusir untuk dikebumikan. SBY mengiringi keberangkatan jenazah ibundanya itu.

Peti jenazah Ny Habibah diangkat oleh 6 pria dari pendopo kediaman SBY di Puri Cikeas, Jalan Letda Nasir, Bogor, Sabtu (31/8), sekitar pukul 13.10 WIB. Foto Ny Habibah juga turut dibawa.

SBY tampak berjalan di belakang peti jenazah ibundanya. Ia berjalan ditemani putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mobil jenazah disiapkan di depan rumah duka. Setelah itu, jenazah diletakkan secara perlahan di dalam mobil jenazah. 

Mobil jenazah kemudian berangkat menuju TPU Tanah Kusir diiringi patwal. Sedangkan SBY dan AHY menaiki mobil yang berbeda di belakang mobil jenazah.

Ibunda SBY sebelumnya sempat dirawat di RS Cibubur karena sakit. Siti Habibah dikabarkan jatuh sakit karena usia. SBY mendoakan ibunda tercintanya diterima di sisi Allah dan dipertemukan dengan almarhum istrinya, Ani Yudhoyono, di surga.

"Saya memohon kepada Allah SWT, 'Ibu, kalau Allah menganggap usia ibu bisa dipanjangkan, saya mohon dipanjangkan. Kalau Allah memanggil, saya sudah ikhlas, dan semoga nanti Ibu kembali dengan baik di sisi Allah dan semoga bertemu dengan Memo di taman surga.' Itu yang saya ucapkan tadi malam, setelah itu saya minta masuk ke dalam, tidak beberapa lama Allah memanggilnya," kata SBY.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui tahun 2019 menjadi tahun yang sangat berat bagi dirinya dan keluarga. Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan harus kehilangan sang istri, Ani Yudhoyono dan ibunda Siti Habibah.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==