Viral !! Inikah Lokasi yang Dimaksud dalam Cerita KKN Di Desa Penari ??



Viralnya cerita yang diunggah akun anonim SimpleMan di Twitter tentang KKN di Desa Penari tentunya membuat siapa saja berspekulasi perihal lokasi desa yang disebut-sebut ada di daerah Jawa Timur itu.
Salah satu yang menjadi pertanyaan warganet adalah di mana lokasi KKN dalam cerita KKN di Desa Penari.
Dalam cerita itu, Desa Penari disebutkan berada di sebuah hutan di Jawa Timur.
Warganet pun menduga-duga lokasi hutan itu.
Berikut sejumlah tempat yang kemungkinan menjadi lokasi dalam cerita KKN di Desa Penari :

1. Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo berada di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tempat ini  juga merupakan wilayah Taman Nasional Alas Purwo yakni taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
Hutan ini berada di ujung timur Pulau Jawa, deangan luasan 43.420 Ha.
Banyak yang menyebut tempat ini konon merupakan kerajaan jin, tempat di mana semua makhluk halus berkumpul.
Beberapa juga menuliskan bahwa jika sekali tersesat di dalamnya, maka dijamin tidak akan pernah bisa keluar lagi.
Kalau pun berhasil, maka hidupnya akan penuh sial.
Menariknya, Alas Purwo juga pernah dihubung-hubungkan dengan nama Presiden Soekarno.
Soekarno pernah menghabiskan waktunya untuk bersemedi di sebuah gua di sana. Namun, kabar ini tak pernah terverifikasi.

2. Alas Gumitir
Gunung Gumitir adalah sebuah gunung di perbatasan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi.
Lokasinya di Kecamatan Silo dan Kalibaru.
Wikipedia menuliskan gunung ini terkadang juga disebut dengan Gunung Mrawan.
Ada catatan bahwa sejak dahulu, jalan raya di Gunung Gumitir telah menjadi jalur penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi.
Gunung tersebut dijadikan sebagai jalur penghubung karena ketinggian paling rendah diantara deretan pegunungan yang lain, dari Gunung Raung (utara) hingga Gunung Kidul (selatan).
Asal kata Gumitir, gemitir, kumitir, atau kemitir merupakan nama tanaman Tagetes erecta yang memiliki bunga berwarna kekuningan.
Di Kota Bali bunga gumitir banyak digunakan untuk membuat sesajen (canang sari). Kepercayaan Jawa kuno alang-alang kumitir merupakan nama kahyangan dari Sang Hyang Wenang.
Legenda yang beredar di masyarakat Banyuwangi, nama gumitir berasal dari kisah Damar Wulan.
Setelah Damar Wulan berhasil membunuh dan memenggal kepala Menak Jinggo, ia bertemu Layang Seta dan Layang Kumitir, putra kembar patih Logender, di tengah jalan. Keduanya berhasil menipu Damar Wulan dan merampas kepala Menak Jinggo.
Gunung tempat keduanya menipu Damar Wulan akhirnya dikenal dengan nama Gunung Kumitir atau Gunung Gumitir.
Menariknya, pada masa penjajahan Jepang, serdadu Dai Nippon membangun sebuah gua untuk mengawasi jalur kereta api yang melintasi Gunung Gumitir. Gua Jepang tersebut terletak sekitar 100 meter dari Watu Gudang dan terbuat dari beton tebal dengan ukuran sekitar 6 m × 8 m.

3. Alas Dadapan
Menurut wikipedia wilayah Desa Dadapan didominasi lahan pertanian. Dekat perkampungan bagian barat jalan raya, terdapat gudang-gudang bekas pabrik yang tidak berfungsi menyusul dinonaktifkannya Jalur Kereta Api Kabat-Banyuwangi Lama.
Di wilayah bekas rel ini juga masih terdapat bangunan Stasiun Dadapan yang kini beralih fungsi menjadi rumah warga.
Warga kampung Desa Dadapan terletak pada susunan gang-gang kecil yang terhubung satu sama lain. Namun selain itu terdapat satu jalan yang cukup besar dimana digunakan untuk menuju ke Desa Pondoknongko dan Desa Sukojati. Selain itu, di perbatasan menjelang Desa Kedayunan terdapat banyak perumahan dan sebuah rest area bernama Istana Gandrung.

Sekali lagi ini hanya spekulasi, sehubungan dengan hal yang disebut oleh pengunggah cerita SimpleMan bahwa dia juga menjaga privasi dan amanat dari semua nara sumber untuk tidak menyebutkan nama lokasi, termasuk identitas peserta KKN tersebut.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==